Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Konsolidasi Kian Solid, Pengurus DPC Partai Gerakan Rakyat se-Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan

Konsolidasi Kian Solid, Pengurus DPC Partai Gerakan Rakyat se-Lombok Tengah Resmi Dikukuhkan

Citra
Citra
calendar_today
schedule 4 min read

Gerakan konsolidasi politik terus diperkuat oleh Partai Gerakan Rakyat di wilayah Nusa Tenggara Barat. Melalui Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Rakyat Nusa Tenggara Barat, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kabupaten Lombok Tengah resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi organisasi sekaligus mempersiapkan langkah strategis menuju Pemilu 2029.

Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Sekretariat DPD PGR Lombok Tengah di Dusun Gabak, Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah simbol keseriusan partai dalam membangun struktur yang solid, terukur, dan siap bekerja hingga ke tingkat kecamatan. Delapan DPC yang dilantik diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam memperluas jaringan, mengonsolidasikan kader, serta memastikan kesiapan administratif partai dalam proses verifikasi kepemiluan.

Acara tersebut turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga figur politik berpengaruh. Kehadiran Lalu Ranggalawe yang dikenal sebagai sosok inspiratif dalam jalur independen Pilkada, serta Miq Geboh yang memiliki pengaruh kuat di Lombok Tengah, memperlihatkan bahwa penguatan struktur partai ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Dukungan moral dan partisipasi tokoh-tokoh tersebut menjadi energi tambahan bagi Partai Gerakan Rakyat untuk terus bergerak dan membangun kepercayaan publik.

Pengukuhan pengurus DPC ini didasarkan pada Surat Keputusan DPW PGR NTB Nomor: A25/52/keputusan/DPWGR/KAS/I/2026 yang ditetapkan di Mataram pada 20 Januari 2026 dan ditandatangani langsung oleh Ketua DPW PGR NTB, Lalu M. Patawari. Dengan dasar hukum yang jelas, struktur kepengurusan yang dibentuk memiliki legitimasi formal dan kekuatan administratif untuk menjalankan roda organisasi secara optimal.

Sekretaris DPW PGR NTB, M. Jaelani, menjelaskan bahwa pembentukan delapan DPC ini merupakan langkah strategis yang telah diperhitungkan secara matang. Menurutnya, jumlah tersebut telah memenuhi syarat administratif untuk keperluan verifikasi partai peserta Pemilu 2029 di Lombok Tengah. Strategi ini menunjukkan pendekatan realistis dan fokus terhadap target utama, yakni memastikan partai lolos sebagai peserta pemilu secara sah dan resmi.

Kepengurusan yang dibentuk pun dirancang secara ramping. Pendekatan ini bertujuan untuk mempermudah proses verifikasi dan memastikan efektivitas koordinasi internal. Setelah status kepesertaan pemilu diperoleh, struktur organisasi akan diperluas dan diperkuat di seluruh kecamatan di Lombok Tengah. Dengan kata lain, fase saat ini merupakan tahapan konsolidasi awal sebelum ekspansi yang lebih besar dilakukan.

Secara nasional, struktur DPW Partai Gerakan Rakyat telah terbentuk di seluruh provinsi di Indonesia. Di tingkat NTB sendiri, kepengurusan DPD telah rampung di 10 kabupaten/kota. Hal ini menandakan bahwa penguatan di Lombok Tengah bukan langkah yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari agenda besar konsolidasi nasional partai. Dengan struktur yang semakin lengkap dari pusat hingga daerah, kesiapan menghadapi kontestasi politik 2029 semakin nyata.

Adapun susunan kepengurusan DPC Partai Gerakan Rakyat se-Lombok Tengah meliputi delapan kecamatan, yakni Janapria, Kopang, Praya Barat Daya, Praya Barat, Praya Timur, Praya, Pujut, dan Batukliang. Masing-masing DPC dipimpin oleh ketua, sekretaris, dan bendahara, serta beberapa di antaranya dilengkapi wakil ketua dan wakil sekretaris. Komposisi ini mencerminkan upaya membangun kepemimpinan kolektif yang saling melengkapi dan mampu bekerja secara terstruktur.

Dengan terbentuknya kepengurusan ini, Partai Gerakan Rakyat menunjukkan komitmen kuat untuk tidak hanya hadir sebagai entitas politik, tetapi juga sebagai wadah aspirasi masyarakat. Struktur yang solid menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi politik yang efektif, menyerap aspirasi warga, serta mengawal kepentingan rakyat di tingkat lokal.

Langkah konsolidasi ini juga menjadi pesan tegas bahwa partai tidak ingin berjalan tanpa arah. Setiap keputusan organisasi diambil berdasarkan perencanaan matang, mulai dari penataan struktur, pemenuhan regulasi, hingga strategi jangka panjang menghadapi Pemilu 2029. Dalam iklim politik yang kompetitif, hanya partai dengan organisasi rapi dan jaringan kuat yang mampu bertahan dan berkembang.

Pengukuhan pengurus DPC se-Lombok Tengah menjadi awal dari kerja besar yang menanti. Tantangan ke depan tentu tidak ringan, namun dengan struktur yang semakin solid, dukungan tokoh masyarakat, serta strategi yang terukur, Partai Gerakan Rakyat optimistis mampu membangun kekuatan politik yang berakar di masyarakat. Konsolidasi hari ini adalah investasi masa depan—sebuah langkah strategis untuk menghadirkan perubahan yang lebih terorganisir, terarah, dan berpihak pada kepentingan rakyat.