Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Titik 0 Km Miangas: Gerakan Rakyat Aksi Tanam Pohon untuk Bumi yang Lebih Hijau

Titik 0 Km Miangas: Gerakan Rakyat Aksi Tanam Pohon untuk Bumi yang Lebih Hijau

Citra
Citra
calendar_today
schedule 3 min read

Miangas — Di ujung paling utara Indonesia, Pulau Miangas menyimpan pesona alam yang masih murni. Namun di balik keindahannya, ancaman kerusakan lingkungan dan deforestasi menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan. Menjawab hal itu, Gerakan Rakyat mengambil langkah nyata dengan menggelar aksi tanam pohon di Titik 0 kilometer Pulau Miangas, Sabtu (14/2). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, bersama Camat Kecamatan Khusus Miangas, Olita Papalu, Kepala Adat Ratumbanua, Mangku I Ratumbanua, Ketua DPD Gerakan Rakyat Kabupaten Kepulauan Talaud, Ferdi Tumeno, serta jajaran DPC Gerakan Rakyat Miangas.

Rangkaian kegiatan dimulai pagi hari, ketika peserta berkumpul dengan semangat tinggi, membawa bibit pohon bitung yang akan ditanam di sejumlah titik strategis. Setiap bibit mewakili komitmen Gerakan Rakyat untuk menjaga kelestarian hutan, mengembalikan keseimbangan ekosistem, dan menegaskan pentingnya keadilan ekologi. Penanaman pohon di Titik 0 Km bukan sekadar simbol, tetapi wujud aksi nyata yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut bertanggung jawab terhadap alam.

Sahrin Hamid menjelaskan, aksi tanam pohon ini memiliki makna lebih dalam daripada sekadar seremonial. “Kita menanam bukan hanya pohon, tetapi pesan moral kepada seluruh pemangku kepentingan: hutan harus dijaga, deforestasi harus dihentikan, dan rakyat memiliki peran besar dalam melestarikan bumi,” ujarnya. Kata-kata itu menguatkan pesan bahwa tanggung jawab lingkungan tidak bisa diletakkan sepenuhnya pada pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif semua elemen masyarakat.

Suasana di lokasi sangat hangat dan bersahabat. Masyarakat lokal ikut berpartisipasi, mengikuti arahan tim Gerakan Rakyat, menggali lubang, menanam bibit, dan menyiramnya dengan penuh perhatian. Kehadiran Kepala Adat Ratumbanua menunjukkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal juga berperan dalam menjaga alam. Pohon-pohon yang ditanam di tanah Miangas diharapkan bisa menjadi saksi bahwa hubungan manusia dengan lingkungan harus senantiasa harmonis, sejalan dengan nilai-nilai budaya lokal yang menghormati alam.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum edukasi. Setiap langkah, dari menanam bibit hingga merawatnya, menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran bahwa keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Gerakan Rakyat ingin menyampaikan pesan bahwa menanam pohon hari ini adalah investasi untuk masa depan — hutan yang lebih hijau, udara yang lebih bersih, dan ekosistem yang lebih seimbang bagi generasi mendatang.

Dalam narasinya, Sahrin menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya sekadar kegiatan di Miangas. “Gerakan Rakyat akan terus melakukan aksi tanam pohon di berbagai daerah, mengajak masyarakat untuk aktif peduli lingkungan. Setiap bibit yang ditanam adalah simbol harapan, dan setiap langkah yang kita ambil bersama adalah bukti nyata kepedulian rakyat terhadap bumi,” ujarnya.

Penanaman pohon di Titik 0 Km Miangas juga menjadi simbol penting bagi kesadaran kolektif. Pulau yang secara geografis berada di garis nol ini menunjukkan bahwa dari titik terkecil sekalipun, gerakan rakyat untuk bumi dapat dimulai. Setiap bibit pohon yang tumbuh kelak menjadi pengingat bahwa alam bisa pulih jika ada tindakan nyata dan kepedulian bersama.

Ketika siang menjelang, ratusan bibit telah tertanam, menandai awal perjalanan panjang untuk memperkuat kesadaran ekologis. Gerakan Rakyat menunjukkan bahwa aksi nyata lebih kuat daripada kata-kata. Setiap pohon yang tumbuh menjadi saksi bahwa masyarakat, adat, dan organisasi sosial bisa bersatu untuk menjaga bumi. Tanpa kolaborasi ini, kelestarian alam akan sulit tercapai.

Sahrin menutup kegiatan dengan pesan yang menyentuh: “Apa yang kita mulai hari ini bukanlah akhir, melainkan permulaan. Pohon-pohon yang kita tanam akan menjadi bukti bahwa rakyat peduli, rakyat bertindak, dan rakyat menuntut bumi yang lebih hijau, sehat, dan adil. Dari Titik 0 Km Miangas, harapan itu dimulai, dan bersama, kita bisa mewujudkan masa depan yang lebih baik.”

Gerakan Rakyat tanam pohon di Miangas menjadi inspirasi bagi seluruh Indonesia. Dari satu pulau kecil di garis nol, pesan besar tersampaikan: perubahan lingkungan yang signifikan bisa dimulai dari langkah kecil, bibit yang ditanam dengan penuh harapan, dan komitmen rakyat yang tak tergoyahkan.