Breaking

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Semangat Berbagi yang Menghangatkan Hati, TurunTangan Bekasi Wujudkan Idul Adha Penuh Kebersamaan Lewat Pesta Kurban

Semangat Berbagi yang Menghangatkan Hati, TurunTangan Bekasi Wujudkan Idul Adha Penuh Kebersamaan Lewat Pesta Kurban

Citra
Citra
calendar_today
schedule 5 min read

BEKASI – Idul Adha selalu menjadi momentum istimewa yang mengajarkan arti keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Namun bagi komunitas kerelawanan pemuda TurunTangan Bekasi, makna kurban tidak berhenti pada proses penyembelihan dan pembagian daging semata. Melalui program bertajuk “Pesta Kurban”, mereka menghadirkan sebuah ruang yang mempertemukan banyak orang untuk berbagi kebahagiaan, mempererat hubungan sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong yang semakin relevan di tengah kehidupan modern.

Untuk pertama kalinya, Pesta Kurban diselenggarakan di Pondok Pesantren Fajar Cendekia, Kota Bekasi, pada Rabu (27/05/2026). Mengusung tema “Berbagi Kebaikan, Berbagi Kebersamaan”, kegiatan ini berhasil menghadirkan suasana hangat yang melibatkan relawan, santri, donatur, serta masyarakat sekitar dalam satu rangkaian kegiatan yang penuh makna.

Sejak pagi hari, area pesantren sudah dipenuhi oleh aktivitas para relawan yang datang dengan semangat membantu. Sebanyak sebelas ekor hewan kurban diproses secara gotong royong mulai dari penyembelihan, pemotongan, pengemasan, hingga distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun yang membuat kegiatan ini terasa berbeda adalah keterlibatan semua pihak dalam setiap proses yang berlangsung.

TurunTangan Bekasi merancang Pesta Kurban menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan dan inklusif melalui empat zona utama yang saling terhubung. Zona pertama adalah Pojok Potong Kurban yang menjadi pusat kegiatan penyembelihan dan pengolahan hewan kurban. Berikutnya terdapat Lapak Berbagi Daging yang menjadi tempat pendistribusian daging kepada masyarakat sekitar.

Selain itu, terdapat Dapur Olah Rasa dan Masak Bersama yang menjadi pusat interaksi antara relawan dan para santri. Di area ini, semua peserta diajak untuk memasak bersama, berbagi cerita, dan belajar satu sama lain. Sementara itu, Santap Berjamaah menjadi puncak kebersamaan, ketika seluruh peserta duduk bersama menikmati hidangan yang telah dimasak secara gotong royong.

Konsep tersebut lahir dari keinginan TurunTangan Bekasi untuk menghadirkan makna Idul Adha yang lebih dekat dengan nilai kemanusiaan. Tidak hanya berbagi hasil kurban, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih erat antarsesama.

Fitri Nur Azizah selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa Pesta Kurban dirancang sebagai ruang kebersamaan yang dapat dirasakan oleh semua pihak yang hadir.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman Idul Adha yang lebih hangat dan berkesan. Harapannya, relawan, masyarakat sekitar, dan adik-adik santri tidak hanya menerima manfaat kurban, tetapi juga merasakan kebahagiaan karena dapat berkumpul, berbincang, memasak, dan menikmati waktu bersama,” ujarnya.

Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika agenda Masak Besar dimulai pada sore hari. Pada kesempatan tersebut, TurunTangan Bekasi menghadirkan Fahmi Prachaya Rungroj atau yang lebih dikenal sebagai Chef Ami, alumni MasterChef Indonesia Season 11.

Kehadiran Chef Ami memberikan pengalaman baru yang menarik bagi para santri. Dapur pesantren yang biasanya digunakan untuk aktivitas sehari-hari mendadak berubah menjadi ruang belajar yang penuh semangat. Para santri terlihat antusias mengikuti arahan, mulai dari menyiapkan bahan makanan, mencampur bumbu, hingga mengaduk masakan dalam kuali berukuran besar.

Aroma rempah-rempah yang menggugah selera perlahan memenuhi area pesantren. Bersama relawan dan santri, Chef Ami memimpin proses memasak hidangan yang nantinya disajikan kepada sekitar 200 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Chef Ami, kegiatan sosial seperti Pesta Kurban memberikan pengalaman yang berbeda dibanding aktivitas lainnya. Baginya, kebahagiaan yang muncul dari kebersamaan memiliki nilai yang sangat berharga.

“Saya merasa sangat senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan ini. Melihat semua orang saling membantu, bekerja sama, memasak bersama, dan menikmati hasilnya bersama-sama adalah pengalaman yang luar biasa. Ada kehangatan yang terasa sangat kuat di sini,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan memasak dan pembagian daging, Pesta Kurban juga menghadirkan berbagai permainan edukatif yang melibatkan para santri. Melalui permainan kelompok, para peserta diajak untuk belajar bekerja sama, membangun komunikasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam suasana yang menyenangkan.

Keceriaan para santri terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Gelak tawa dan semangat mereka menjadi bukti bahwa perhatian sederhana dan kebersamaan yang tulus dapat menghadirkan kebahagiaan yang begitu berarti.

Menjelang sore hari, para relawan kembali melanjutkan misi berbagi dengan mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat sekitar pesantren. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama sekaligus memastikan manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kebersamaan tidak langsung berakhir. Malam harinya, para relawan dan santri kembali berkumpul untuk menikmati acara bakar sate bersama. Momen sederhana tersebut menjadi penutup yang sempurna setelah seharian penuh diisi dengan kegiatan positif dan penuh makna.

Ridho Ahmad, salah satu santri Pondok Pesantren Fajar Cendekia, mengaku sangat senang dengan kehadiran para relawan yang membawa suasana berbeda ke lingkungan pesantren.

“Dari pagi sampai malam suasananya sangat seru. Kami diajak bermain, belajar memasak, dan mengobrol bersama. Rasanya menyenangkan sekali karena jadi punya banyak teman baru,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Kasim Betha, pembimbing santri Pondok Pesantren Fajar Cendekia. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan dampak positif bagi perkembangan para santri serta memperkuat hubungan sosial di lingkungan sekitar.

Melalui Pesta Kurban perdana ini, TurunTangan Bekasi menunjukkan bahwa semangat berbagi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui pembagian daging kurban, tetapi juga melalui waktu, perhatian, tenaga, dan kebersamaan yang diberikan dengan tulus.

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan individualistis, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial tetap memiliki tempat yang penting. Dengan semangat tersebut, TurunTangan Bekasi berharap Pesta Kurban dapat terus hadir setiap tahun, menjangkau lebih banyak penerima manfaat, dan menjadi gerakan kebaikan yang mampu menginspirasi semakin banyak orang untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama.